<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kutanari.com &#187; Design</title>
	<atom:link href="http://erlajar.kutanari.com/tag/design/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://erlajar.kutanari.com</link>
	<description>the art of self expression</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Feb 2010 09:59:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>photoshop droplet</title>
		<link>http://erlajar.kutanari.com/photoshop-droplet.html</link>
		<comments>http://erlajar.kutanari.com/photoshop-droplet.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 07:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fery Putra Tarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorials]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[tips and trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erlajar.kutanari.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Pada postingan ini saya akan menjelaskan sedikit tip &#38; trik untuk pemanfaatan fitur photoshop droplet untuk melakukan pekerjaan yang berulang -ulang. Sebagai contoh bayangkan anda memiliki sekitar 300 buah foto dari memori kamera misalnya, dan anda ingin mengecilkan semua foto tersebut agar bisa diupload ke facebook. Bayangin klo anda harus mengedit foto-foto tersebut satu persatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada postingan ini saya akan menjelaskan sedikit tip &amp; trik untuk pemanfaatan fitur photoshop droplet untuk melakukan pekerjaan yang berulang -ulang. Sebagai contoh bayangkan anda memiliki sekitar 300 buah foto dari memori kamera misalnya, dan anda ingin mengecilkan semua foto tersebut agar bisa diupload ke <a href="http://facebook.com" target="_blank">facebook</a>. Bayangin klo anda harus mengedit foto-foto tersebut satu persatu mungkin anda akan menyelesaikannya dalam waktu 2 sampai 3 jam, disini akan saya jelaskan caranya supaya anda bisa menyelesaikannya hanya dalam waktu empat setengah menit. Berikut akan saya jelaskan step by step:<span id="more-106"></span></p>
<h2>Langkah 1. Membuat action</h2>
<p>Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat <a href="action" target="_self">action </a>untuk pekerjaan kita.</p>
<p>Pertama buka salah satu gambar yang ingin kita edit, lalu dari menu klik <strong>Window-&gt;Actions</strong> atau <strong>Alt+F9</strong> untuk menampilkan jendela action</p>
<div id="attachment_107" class="wp-caption alignnone" style="width: 441px"><img class="size-full wp-image-107" title="jendela action" src="http://erlajar.kutanari.com/wp-content/uploads/2010/02/1.png" alt="" width="431" height="318" /><p class="wp-caption-text">Jendela Action</p></div>
<p>klik tombol <a title="tombol berbentuk kotak di samping icon recycle" href="#">new </a>untuk membuat action baru, setelah jendela dialog muncul isikan nama untuk action tersebut dan klik record, maka tombol lingkaran pada jendela action akan berwarna merah tandanya proses pengecilan gambar siap untuk direkam</p>
<div id="attachment_108" class="wp-caption alignnone" style="width: 395px"><a href="http://erlajar.kutanari.com/wp-content/uploads/2010/02/2.png"><img class="size-full wp-image-108" title="kotak dialog action" src="http://erlajar.kutanari.com/wp-content/uploads/2010/02/2.png" alt="" width="385" height="387" /></a><p class="wp-caption-text">membuat action baru</p></div>
<p>pilih <strong>Image-&gt;Image size</strong> atau tekan <strong>Alt+Ctrl+I</strong> untuk menampilkan jendela pengecilan gambar. Pada group pixel dimensions actifkan percent sebagai satuan ukuran dimensi, lalu masukkan nilainya 50 dan klik tombol Ok.</p>
<div id="attachment_109" class="wp-caption alignnone" style="width: 411px"><img class="size-full wp-image-109" title="mengecilkan gambar" src="http://erlajar.kutanari.com/wp-content/uploads/2010/02/3.png" alt="" width="401" height="349" /><p class="wp-caption-text">Mengecilkan Gambar</p></div>
<p>setelah proses pengecilan selesai, simpan gambar yang telah dikecilkan kedalam direktori yang berbeda dengan tempat file sumber agar tidak terjadi penimpaan file. Pada dalog penyimpanan gambar tentukan kualitas sesuai selera lalu klik Ok.</p>
<p>Pada jendela action klik tombol stop yang berada pada bagian paling kiri jendela untuk menghentikan perekaman.</p>
<div id="attachment_111" class="wp-caption alignnone" style="width: 225px"><img class="size-full wp-image-111" title="hasil action" src="http://erlajar.kutanari.com/wp-content/uploads/2010/02/4.png" alt="" width="215" height="340" /><p class="wp-caption-text">Action yang telah dibuat</p></div>
<p>detail langkah-langkah yang telah direkam akan terlihat di jendela action.</p>
<h2>Langkah 2. Membuat droplet</h2>
<p>Untuk membuat droplet sangatlah mudah, caranya dari menu <strong>File-&gt;Automate-&gt;Create Droplet</strong> maka akan muncul jendela seperti gambar</p>
<div id="attachment_112" class="wp-caption alignleft" style="width: 821px"><img class="size-full wp-image-112" title="jendela droplet" src="http://erlajar.kutanari.com/wp-content/uploads/2010/02/5.png" alt="" width="811" height="307" /><p class="wp-caption-text">Membuat droplet</p></div>
<p>tekan tombol Choose untuk memilih tempat menyimpan (akan lebih baik jika disimpan satu direktori dengan file gambarnya) droplet tersebut, lalu beri nama dropet tersebut. Sebagai contoh disini saya memberi nama sesuai dengan nama action yang akan dilakukan droplet tersebut yaitu <strong>kecilin50%.exe</strong> hal ini untuk memudahkan kita dalam memanajemen droplet yang banyak. Pada section Play pilih set tempat action kita disimpan dan pada Action pilih action yang baru saja kita buat dan klik Ok. Sampai disini kita telah membuat droplet.</p>
<h2>Langkah 3. Menggunakan droplet</h2>
<p>Langkah ini adalah langkah paling mudah karena pada langkah ini kita cukup men-drag file gambar yang akan dikecilin keatas icon droplet dan hasilnya akan tersimpan di direktory yang telah kita tentukan.</p>
<div id="attachment_113" class="wp-caption alignleft" style="width: 564px"><img class="size-full wp-image-113" title="proses dragging" src="http://erlajar.kutanari.com/wp-content/uploads/2010/02/6.png" alt="" width="554" height="154" /><p class="wp-caption-text">Menggunakan droplet</p></div>
<p>Semoga bermanfaat. kritik dan saran silahkan comment.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erlajar.kutanari.com/photoshop-droplet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat efek plasma</title>
		<link>http://erlajar.kutanari.com/membuat-efek-plasma.html</link>
		<comments>http://erlajar.kutanari.com/membuat-efek-plasma.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 06:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fery Putra Tarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorials]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[graphic]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[tips and trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erlajar.kutanari.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Di tutorial ini kita akan membuat efek plasma pada sebuah foto. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sperti bertikut: Photoshop (versi apa aja bisa) Mouse+keyboard+PC Kesabaran Segelas kopi Ok sekarang kita mulai tutorial ini dengan membuka dokumen baru pada photoshop anda. Masukkan foto atau gambar yang ingin kita beri efek plasma. Dalam tutorial ini saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tutorial ini kita akan membuat efek plasma pada sebuah foto. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sperti bertikut:</p>
<li> Photoshop (versi apa aja bisa)</li>
<li>Mouse+keyboard+PC</li>
<li>Kesabaran</li>
<li>Segelas kopi</li>
<p>Ok sekarang kita mulai tutorial ini dengan membuka dokumen baru pada photoshop anda. <span id="more-44"></span>Masukkan foto atau gambar yang ingin kita beri efek plasma. Dalam tutorial ini saya ambil sebuah foto dari <a href="http://photos-245.friendster.com/e1/photos/54/21/20901245/1_482787866l.jpg">friendster</a>. Memulai pekerjaan dengan gambar resolusi tinggi akan mendapatkan hasil yang lebih bagus, tapi berhubung PC saya agak jadul jadi saya mulai aja dengan gambar resolusi rendah.</p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma1.jpg" alt="plasma1" /></p>
<p>dari <strong>tools box</strong> aktifkan <strong>pen tool</strong> atau tekan <strong>P</strong> di keyboard, setelah pen tool aktife pastikan setingannya seperti berikut</p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma2.jpg" alt="plasma2" /></p>
<p>karna kita hanya ingin mebuat garis yang tanpa isi.</p>
<p>Buat garis seperti yang terlihat pada gambar, sebenarnya gambarnya bisa apa saja dan model garisnya bisa gimana aja yang pasti kita harus sesuaikan dengan keadaan gambar.</p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma3.jpg" alt="plasma3" width="368" height="397" /></p>
<p>setelah selesai membuat garis, aktifkan <strong>brush tool</strong> atau tekan tomol <strong>B</strong> di keyboard. Setting brush tool dengan <strong>soft round</strong> dengan <strong>diameter 9px</strong>, <strong>Hardness 0%</strong> dan <strong>Opacity 100%</strong>, lalu jadikan <strong>forground color</strong> menjadi putih (<strong>#FFFFFF</strong>).</p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma4.jpg" alt="plasma4" width="258" height="277" /></p>
<p>setelah selesai menyeting brush tool, <strong>buat layer baru</strong> lalu aktifkan kembali pen tool dengan path masih aktif atau terpilih klik kanan pada <strong>work space</strong> (<strong>catt</strong>: jika path tidak lagi aktif aktifkan dengan <strong>direct select tool</strong> atau tekan tombol <strong>A</strong> pada keyboard lalu klik pada path), pilih menu <strong>stroke path</strong>, setelah jendela dialog muncul seting seperti berikut lalu klik tombol ok.</p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma5.jpg" alt="plasma5" width="345" height="93" /></p>
<p>maka akan tampak pada gambar sebuah garis dengan berwarna putih halus</p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma6.jpg" alt="plasma6" width="484" height="356" /></p>
<p>pilih layer yang baru dibuat tadi tempat stroke path berada, lalu klik tombol <strong>add vector mask</strong></p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma7.jpg" alt="plasma7" width="212" height="26" /></p>
<p>aktifkan brush tool ganti foreground color menjadi hitam (<strong>#000000</strong>)lalu buang bagian &#8211; bagian yang tidak perlu dari plasma dengan memoleskan brush pada area &#8211; area yang tidak diinginkan, kurang lebih seperti pada gambar berikut ini</p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma8.jpg" alt="plasma8" width="484" height="356" /></p>
<p>klik kanan pada layer baru tersebut lalu pilih menu <strong>Blending Options</strong> atau dengan klik ganda pada layer tersebut lalu aktifkan <strong>Outer Glow</strong>, <strong>Inner Glow</strong> dan <strong>Color Overlay</strong>. Ikuti propertinya seperti pada gambar bertikut</p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma9.jpg" alt="plasma9" width="310" height="332" /></p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma10.jpg" alt="plasma10" width="304" height="348" /></p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma11.jpg" alt="plasma11" width="305" height="85" /></p>
<p>setelah selesai menyeting layer style klik ok and done kita udah selesai membuat efek plasma.</p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2009/04/plasma12.jpg" alt="plasma12" width="605" height="446" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erlajar.kutanari.com/membuat-efek-plasma.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat aqua button</title>
		<link>http://erlajar.kutanari.com/membuat-aqua-button.html</link>
		<comments>http://erlajar.kutanari.com/membuat-aqua-button.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 09:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fery Putra Tarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorials]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutanari.com/blog/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Tutorial ini akan membahas tentang cara membuat tombol seperti seperti pada gambar diatas, saya sendiri menyebutnya aqua button. Seperti biasa kita buka dokumen baru di Photoshop dengan ukuran 400×400 dengan latar #d7d7d7, sebenarnya bisa ukurannya bisa berapa aja tapi kayaknya lebih enak bermain di ukuran ini. Ganti warna forground menjadi #00c0ff lalu aktifkan Rounded rectangle [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-7" title="aqua1" src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua1.jpg?w=158&amp;h=53" alt="" width="158" height="53" /></p>
<p>Tutorial ini akan membahas tentang cara membuat tombol seperti seperti pada gambar diatas, saya sendiri menyebutnya aqua button. Seperti biasa kita buka dokumen baru di Photoshop dengan ukuran 400×400 dengan latar <strong>#d7d7d7</strong>, sebenarnya bisa ukurannya bisa berapa aja tapi kayaknya lebih enak bermain di ukuran ini.<span id="more-3"></span></p>
<p>Ganti warna forground menjadi #00c0ff lalu aktifkan Rounded rectangle tool atau tekan tombol U pada keyboard, set properti seperti pada gambar berikut</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-8" title="aqua2" src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua2.jpg?w=442&amp;h=33" alt="" width="442" height="33" /></p>
<p>buat sebuah shape dengan ukuran 137×30 pixel</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-10" title="aqua3" src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua3.jpg?w=171&amp;h=64" alt="" width="171" height="64" /></p>
<p>pada layer shape1 yang baru dibuat klik kanan lalu pilih menu blending options, centang pada Drop shadow, Inner shadow dan Inner glow. Set propertinya masing-masing seperti berikut</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua4.jpg?w=309&amp;h=289" alt="aqua4" width="309" height="289" /></p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua5.jpg?w=308&amp;h=275" alt="aqua5" width="308" height="275" /></p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua6.jpg?w=309&amp;h=353" alt="aqua6" width="309" height="353" /></p>
<p>klik tombol OK maka hasilnya kurang lebih seperti berikut</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua7.jpg?w=155&amp;h=52" alt="aqua7" width="155" height="52" /></p>
<p>sekarang buat layer baru dan berinama footerlight lalu tekan tombol Ctrl di keyboard dan klik pada kotak masking layer shape1 (liat gambar),</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua8.jpg?w=206&amp;h=42" alt="aqua8" width="206" height="42" /><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua9.jpg?w=153&amp;h=47" alt="aqua9" width="153" height="47" /></p>
<p>dengan keadan selection aktif, pilih menu Select-&gt;Modify-&gt;Contract masukkan nilainya 11 pixel lalu tekan OK, sehingga akan seperti gambar</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua10.jpg?w=264&amp;h=93" alt="aqua10" width="264" height="93" /> <img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua11.jpg?w=155&amp;h=44" alt="aqua11" width="155" height="44" /></p>
<p>ganti forground color menjadi #FFFFFF lalu fill pada selection. Setelah selesai mengisi selection dengan warna putih, lepaskan selection dengan menekan Ctrl+D pada keyboard lalu geser ke bawah sebesar 9 pixel dan akan tampak seperti gambar berikut</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua12.jpg?w=151&amp;h=42" alt="aqua12" width="151" height="42" /></p>
<p>pilih atau aktifkan layer footerlight lalu tekan tombol Ctrl+klik pada kotak masking shape1 seperti yang telah dijelaskan di atas. Pastikan layer footerlight masih terpilih dan pilih menu Filter-&gt;Blur-&gt;Radial blur , set propertinya seperti berikut lalu klik OK.</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua13.jpg?w=317&amp;h=261" alt="aqua13" width="317" height="261" /></p>
<p>tekan Ctrl+F sebanyak 5 kali sehingga kita mendapatkan hasil seperti berikut, lalu lepaskan selection dengan menekan Ctrl+D pada keyboard.</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua14.jpg?w=152&amp;h=45" alt="aqua14" width="152" height="45" /></p>
<p>aktifkan tab path dan buat path baru lalu gambar sebuah path dengan pen tool (tekan tombol P pada keyboard) seperti pada gambar</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua15.jpg?w=218&amp;h=101" alt="aqua15" width="218" height="101" /> <img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua16.jpg?w=172&amp;h=63" alt="aqua16" width="172" height="63" /></p>
<p>setelah selesai membuat path buat layer baru dan beri nama toplight. Dengan keadaan layer toplight aktif atau terpilih lakukan pekerjaan seperti sebelumnya yakni tekan Ctrl+klik pada kotak mask layer shape1, sehingga akan terpilih selection berbentuk seperti objek shape1 seperti pada gambar sebelumnya. Lanjutkan dengan mengaktifkan tab path lalu tekan tombol Ctrl+Alt+klik pada path yang kita buat sebelumnya, sehingga akan menghasilkan selection seperti berikut</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua17.jpg?w=148&amp;h=42" alt="aqua17" width="148" height="42" /></p>
<p>jadikan warna forground menjadi warna putih (#FFFFFF), lalu aktifkan Gradient tool atau tekan Shift+G sebayak 2 kali lalu aktifkan Linear Gradient pada Options bar lalu set gradientnya menjadi forground to transparent</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua18.jpg?w=270&amp;h=186" alt="aqua18" width="270" height="186" /></p>
<p>dengan gradient tool tarik garis lurus dari atas selection sampai kebawah selection kira-kira sepanjang satu sentimeter lalu lepaskan selection dengan menekan tombol Ctrl+D sehingga kita mendapatkan hasil seperti berikut</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua19.jpg?w=149&amp;h=39" alt="aqua10" width="149" height="39" /></p>
<p>lanjutkan dengan membuat sebuah teks apa saja namun pada tutorial ini dibuat teks “AQUA”, type fontnya bebas dengan ukuran 18pt Bold dan warna hitam (#000000), atur posisi layer teks tepat diatas layer shape1. Klik kanan pada layer teks pilih Blending Options dan aktifkan Inner shadow dan Outer glow lalu set propertinya seperti berikut</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua20.jpg?w=309&amp;h=269" alt="aqua20" width="309" height="269" /></p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua21.jpg?w=307&amp;h=333" alt="aqua21" width="307" height="333" /></p>
<p>klik tombol OK untuk menyudahi. Finally kita telah selesai membuat aqua button hasilnya seperti berikut</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua22.jpg?w=146&amp;h=37" alt="aqua22" width="146" height="37" /></p>
<p>ada bagusnya anda berexperimen dengan warna-warna lain berikut beberapa contoh</p>
<p><img src="http://ferytrg.files.wordpress.com/2008/10/aqua23.jpg?w=303&amp;h=83" alt="aqua23" width="303" height="83" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erlajar.kutanari.com/membuat-aqua-button.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
